Minggu, 22 November 2015

PART 2- Aku bersama Om Aji



Nah,sekarangakumauceritatentangOmAji.OmAjiitu adalahseorangpolisijuga,diabertubuhkekarhampirsamadenganOmHerman,tetapiOmAjiiniorangnyapemarah. Meskipundiapemarah,diajugasayangbengatpadakusamasepertiOmHerman.OmAjiinimemeilikiseorangistridansatu oranganakcowok,tapidiamasihberumur4tahun.
Waktuituisntrinyasedangpulangkampungdengananaknya,jadiOmAjisendiriandirumahnya. Pagiituakukesanauntuk sekedar bermain-main. Sesamainya Akudidepanrumahnyakebetulanpintu rumahnyaterbuka,laluakuketokpintu,tetapiOmAjitidakmenjawab. Setelahagaklamaakumenunggudidepanpintu. AkhirnyaakupunmasuktanpaOmAjiketahui. Lalu aku cari didapurgakada orang,diruangtamujugagakadaorang,diruangkeluargajugagakadaOmAji. JadiakumakinpenasarankemanaOmAji. SetelahituakumenujukekamarOmAji sebelumakumembukapintunnyaakumendengarsuaraorangberjalandarikamartersebutdanakuyakin bahwaOmAjiadadidalamkamartersebut. Setelahitu,akubukapintukamaritupelan-pelan.TernyatadisanaakumenjumpaiOmAjiyang sedangtelanjang. AkuterkagetmelihatOmAjitelanjang,tubuhnya yangsixpackterasaenakbangetdipandang. KemudianOmAjimemanggilku dan menyuruhkumasukkekamartersebut. Setelahakumasuk,akubertanya
Aku:”Om...kenapaOmtelanjang(sambilagakgemetar)”
OmAji:”iya,Ombarusanhabismandi”
Aku:”oh,Omhariiniadakerjaan?”
OmAji:”gak,Omliburhariini”
Kemudiantanpabasa-basiakukhilafdanlansungmemelukOmAji,kemudianOmAjibertanya
OmAji:”kenapakamusayang? KoklangsungmemelukOm?kangen?”
Aku:”gakpapaOm, Cumasajaakukangen”
OmAji:”oh,tapiOmbelumpakekbajunih...”
Aku:”justruituOm,denganbeginiakubisamerasakankehangatandaritubuhOmsecaralangsung.”
OmAjitersenyumsambilmenciumkeningkudanberkata
OmAji:”kamusukayapadatubuhOm?”
Aku:”iyaOm...”
OmAjilangsungmengangkatkudanmembawakukeranjang. Lalaudiaberkata
OmAji:”sinibiarOmkasihkamukehangatanyangsebenarnya.”(tersenyumsambilmembukabajuku)
Aku:”maudiapakanakuOm?”
OmAji:”diamdah...katanyakamumaumerasakankehangatandaritubuhOm”
Aku:”baiklahOm...”(kemudianakupasrahterhadapapapunyangOmAjilakukanpadaku)
LaluOmAjitidurdanmenterlentangkanbadannya. Dandiamenyuruhkuuntuknaikkeatastubuhnyayangkekar,danakupunnaikkeatastubuhnyadanOmAjimemegangkontolnyadanmemasukkanyapadaanusku. Jantungkuberdetaksangatkencang. Setelahkontolnyamasukkedalamanusku,diaberkata
OmAji:”enaksayangku?(sambiltersenyum)”
Akuhanyatersenyumdanmemegangtubuhnyayangkekar. KemudianOmAjimenarikdanmemasukkankontolnyaberulangkalidengancepat.Omberkata
OmAji:”tahanyasayangku!”
Aku:”iyaOm.”
KemudianOmAjibersuara
OmAji:”Aah..Aahhh......Aahhhh....enak...(semakinkencangmemasukkandanmengeluarkankontolnyapadaanusku)”
Aku:”pelan-pelandongOm...sakit....sakittt..”
Tanpaakusadari,akumenangissaatitu,karenasakitbangetsaatOmAjimemasukkankontolnya. SaatakumenangisOmAjitersenyumdanmengecupbibirku,danberkata
OmAji:”jangannangisdong...masakgituajanangis....”
Aku:”tapisakitbangetOm”
OmAji:”oh,iyadahgakpapanangisasalkanjanganberteriak,gakenakketetangga!(tetapmemasukkankontolnyapadaanusku)”
Kemudiansetelahagaklama(kira-kirasatusetengahjam)OmAjiberhenti,danmengeluarkankontolnyadarianusku. Diaberkata
OmAji:”barusangiliranOm.nah,sekaranggiliranmuuntukmelakuakanapasajaapadaOm.”
Aku punlangsungmengecupkontolnyayangbarukeluardarianusku,dankontolnya Om Aji mengeluarkan sperma bangak banget. DanOmAjimenyuruhkuuntukmenghisapsemuaspermaitu. KontolOmAjiyanghangatmasukkemulutkuterasasangatenak.
Setelahagaklama(kuranglebihsetengahjam)akumengecupkontolOmAji.OmAjibangundanberkata
OmAji:”udahduluyasayang,dilanjutkankapan-kapan lagi ya. Gakenakkalaukelamaantakuttetanggapadacuriga.”
Aku:”iyaOm”
OmAjimenggendongkukekamarmandidankitaberduamandibersama.OmAjimenyuruhkuuntukmenggosokkansabunkeseluruhtubuhnya,begitupulasebaliknyaOmAji menggosokkansabunkeseluruhtubuhku. SetelahmandiakudanOmAjiberpakaian. SetelahituOmAjimengantarkanakupulang...
Udah sempai disini dulu ceritaku bersama Om Aji, dilanjutkan kapan-kapan ya. Aku akan bercerita tentang aku dan Om Reksa dan Om Rahhel di lain waktu.

PART 1 - Aku dan Om Herman




Disini aku mau bercerita tentang om ku sebalum aku bercerita, aku memiliki empat orang om. Yang pertama Om Herman, yang kedua Om Aji, ketiga Om Reksa, keempat Om Rahhel. Mereka semua sangat menyayangiku, apapun permintaanku pasti dia turuti.
Sekarangsaya mau bercerita tentang Om Herman, dia seorang polisi, tubuhnya kekar dan wajahnya tampan, tapi dia bukan seorang Gay. Rumah OmHerman itu gak jauh dari rumahku. Waktu itu orang tuaku keluar kota, jadi aku dirumah sendirian beberapa hari. Kemudian sesudah sholat magrib, Om Herman datang untuk menjengukku bahwa aku tidak apa apa. Nah, waktuitu  akumenyuruh Om Herman untuk masuk,dandiamembawakan oleh-oleh makanam favoitku.
Kemudian dia bertanya”kamu tidak apa-apa sendirian?”,aku menjawab “gak papa Om.”Dan Om Herman bertanya lagi “perlu Om temenin?”, dan aku menjawab “emangnya Om gak sibuk?”, dia menjawab “gak kok.” Dan aku pun kembali menjawab “oh ya udah.”
Kemudian aku membuat kan Om Herman teh, setelah aku membuatkan Om Herman teh lalu aku duduk disampingnya. Dan aku bertanya “gimana pekerjaan Om?”, dia menjawab “alhamdulillah berjalan dengan lancar” dan kemudian aku memeluk om ku. Dirumah ku kita Cuma berdua.
Dan saat aku memeluk Om Herman tiba-tiba aku tertidur dipelukannya. Dan dia membawaku ke kamar. Di kamar aku terbangun dan berpura-pura tidur. Di kamarku dia nonton TV lalu melepas jaketnya dan dia memakai kaos warna coklat yang tipis, sanagat kelihatan otot tubuhnya yg six pack kemudia dia tidur-tiduran disampingku.  Dan aku membuka mata ku dan bilang “ Om, pintunya sudah dikunci?”, dia menjawab “sudah sayangku (**dia mememanggilku sayang sejak aku kecil).” Dan aku bertanya kembali “Om tidur disini ya denganku? Dan janji gak ninggalin aku sendirian”, kemudian dia menjawab “pasti sayang, ngapain coba aku ninggalin kamu” lalu dia mematikan TV-nya, menyelimutiku dan memelukku. Pada saat itu aku merasakan pelukan yang hangat dari Om Herman.
Kemudian Om ku bertanya
Om Herman:  “kamu sekarang pengen apa?”
 Aku: “kenapa emangnya Om?”
Om Herman: “gak papa, Cuma saja akhir-akhir ini kamu jarang meminta sesuatu pada Om.”
Aku: “oh, aku pengen sesuatu, tapi Om turutin sekarang juga ya?”
Om Herman: “Ok, apa permintaan mu?”
Aku: “tapi om gak marah kan?”
Om Herman: “buat apa Om marah”
Aku: “aku pengen tidur sama Om, tapi Om telanjang..”
Om Herman: “kamu beneran pengen tidur sama Om sambil Om telanjang?”
Aku: “iya Om.”
Kemudian Om Herman tersenyum dan bangun dari ranjang dan melepas seluruh bajunya, setelah dia melepas seluruh bajunya demudian dia kembali keranjang, dan berkata
Om Herman: “ini yang kamu inginkan?”
Aku: “iya Om”
Om Herman: “kamu suka pada tubuh Om?”
Aku: “iya Om, soalnya tubuh Om six pack banget. Ngomong-ngomong Om kapan mau nikah lagi? (**Om Herman pernah nikah kemudian cerai)
Om Herman: “gak tau ya. Memangnya kenapa kamu kok tanya gitu?”
Aku: “gak papa Om, tapi kalau Om nikah lagi kan aku gak bisa deket lagi sama Om”
Om Herman: “kenapa kok gak bisa?”
Aku: “ya gak enak dengan istri Om.”
Kemudian Om Herman mengecup keningku dan dia menjawab
Om Herman: “Om sayang banget pada mu sayangku, Om anggap kamu seperti anak Om sendiri. Apapun permintaan mu pasti Om turuti.”
Kemudian Om Herman memelukku, dan aku memegang kontol Om Herman. Pada saat aku pegang, kontol Om Herman tiba-tiba ngaceng.dan aku bilang
Aku: “Om, aku boleh minta sesuatu lagi?”
Om Herman menjawab: “minta apa?”
Aku: “aku pengen Om masukin kontol Om ke anus ku...”
Om Herman: “beneran kamu mau?”
Aku: “iya Om.”
Om Herman: “kalau sakit gimana?”
Aku: “gak papa dah Om. Aku pengen banget..”
Tanpa basa-basi Om membuka bajuku kemudian memasukkan kontolnya pada anus ku. Dan di berkata
Om Herman: “jangan teriak! Om melakukan apa yg kamu inginkan”
Aku: “iya Om.”
Dan saat itu aku merasakan kehangatan yang sempurna. Kemudian Om mengeluatkan dan memasukkan kontolnya pada anus ku. Aku bertanya
Aku: “Om suka?”
Om Herman: “iya, kebetulan Om udah lama gak bersetubuh, dan Om lipa gak pakek kondom dih gak papa? Sperma Om mau keluar..”
Aku: “gak papa Om. Keluarkan saja didalam anus ku sperma Om. Tapi pelan-pelan Om. sakit”
Om Herman: “baiklah. Tahan ya”
Aku: “iya Om.”
Kemudian setelah kurang lebih 2 jam aku bersetubuh dengan Om Herman, jam sdah menunjukkan pukul 02.00 wib. Dan Om herman mengajak ku tidur, dia berkata
Om Herman: “udah dulu ya sayang, ita lanjutin besok lagi...”
Aku: “iya Om, tapi Om jangan pakek baju dulu ya...”
Om Herman: “iya,,, nih kontol Om kalau mau dimainin.” Kemudian Om Herman menarik tanganku dan meletakkannya  pada kontolnya yang ngaceng. Dan aku pun memegang kontol Om Herman. Kemudian aku dan Om Herman tertidur sampai pagi, dan pagi-pagi Om Herman harus kepat-cepat kekantor karena ditelfon sama kerabatnya yang sesama polisi.
sampai disini dulu ya ceritaku dengan Om Herman, sampai jumpa di cerita aku dan Om ku yang lain berikutnya..