Disini aku mau
bercerita tentang om ku sebalum aku bercerita, aku memiliki empat orang om.
Yang pertama Om Herman, yang kedua Om Aji, ketiga Om Reksa, keempat Om Rahhel.
Mereka semua sangat menyayangiku, apapun permintaanku pasti dia turuti.
Sekarangsaya mau
bercerita tentang Om Herman, dia seorang polisi, tubuhnya kekar dan wajahnya
tampan, tapi dia bukan seorang Gay.
Rumah OmHerman itu gak jauh dari rumahku. Waktu itu orang tuaku keluar kota,
jadi aku dirumah sendirian beberapa hari. Kemudian sesudah sholat magrib, Om
Herman datang untuk menjengukku bahwa aku tidak apa apa. Nah, waktuitu akumenyuruh Om Herman untuk
masuk,dandiamembawakan oleh-oleh makanam favoitku.
Kemudian dia
bertanya”kamu tidak apa-apa sendirian?”,aku menjawab “gak papa Om.”Dan Om
Herman bertanya lagi “perlu Om temenin?”, dan aku menjawab “emangnya Om gak
sibuk?”, dia menjawab “gak kok.” Dan aku pun kembali menjawab “oh ya udah.”
Kemudian aku
membuat kan Om Herman teh, setelah aku membuatkan Om Herman teh lalu aku duduk
disampingnya. Dan aku bertanya “gimana pekerjaan Om?”, dia menjawab
“alhamdulillah berjalan dengan lancar” dan kemudian aku memeluk om ku. Dirumah
ku kita Cuma berdua.
Dan saat aku
memeluk Om Herman tiba-tiba aku tertidur dipelukannya. Dan dia membawaku ke
kamar. Di kamar aku terbangun dan berpura-pura tidur. Di kamarku dia nonton TV
lalu melepas jaketnya dan dia memakai kaos warna coklat yang tipis, sanagat
kelihatan otot tubuhnya yg six pack kemudia dia tidur-tiduran disampingku. Dan aku membuka mata ku dan bilang “ Om,
pintunya sudah dikunci?”, dia menjawab “sudah sayangku (**dia mememanggilku
sayang sejak aku kecil).” Dan aku bertanya kembali “Om tidur disini ya
denganku? Dan janji gak ninggalin aku sendirian”, kemudian dia menjawab “pasti
sayang, ngapain coba aku ninggalin kamu” lalu dia mematikan TV-nya,
menyelimutiku dan memelukku. Pada saat itu aku merasakan pelukan yang hangat
dari Om Herman.
Kemudian Om ku
bertanya
Om Herman: “kamu sekarang pengen apa?”
Aku: “kenapa emangnya Om?”
Om Herman: “gak
papa, Cuma saja akhir-akhir ini kamu jarang meminta sesuatu pada Om.”
Aku: “oh, aku
pengen sesuatu, tapi Om turutin sekarang juga ya?”
Om Herman: “Ok,
apa permintaan mu?”
Aku: “tapi om gak
marah kan?”
Om Herman: “buat
apa Om marah”
Aku: “aku pengen
tidur sama Om, tapi Om telanjang..”
Om Herman: “kamu
beneran pengen tidur sama Om sambil Om telanjang?”
Aku: “iya Om.”
Kemudian Om
Herman tersenyum dan bangun dari ranjang dan melepas seluruh bajunya, setelah
dia melepas seluruh bajunya demudian dia kembali keranjang, dan berkata
Om Herman: “ini
yang kamu inginkan?”
Aku: “iya Om”
Om Herman: “kamu
suka pada tubuh Om?”
Aku: “iya Om,
soalnya tubuh Om six pack banget. Ngomong-ngomong Om kapan mau nikah lagi?
(**Om Herman pernah nikah kemudian cerai)
Om Herman: “gak tau
ya. Memangnya kenapa kamu kok tanya gitu?”
Aku: “gak papa
Om, tapi kalau Om nikah lagi kan aku gak bisa deket lagi sama Om”
Om Herman:
“kenapa kok gak bisa?”
Aku: “ya gak enak
dengan istri Om.”
Kemudian Om
Herman mengecup keningku dan dia menjawab
Om Herman: “Om
sayang banget pada mu sayangku, Om anggap kamu seperti anak Om sendiri. Apapun
permintaan mu pasti Om turuti.”
Kemudian Om
Herman memelukku, dan aku memegang kontol Om Herman. Pada saat aku pegang,
kontol Om Herman tiba-tiba ngaceng.dan aku bilang
Aku: “Om, aku
boleh minta sesuatu lagi?”
Om Herman
menjawab: “minta apa?”
Aku: “aku pengen
Om masukin kontol Om ke anus ku...”
Om Herman:
“beneran kamu mau?”
Aku: “iya Om.”
Om Herman: “kalau
sakit gimana?”
Aku: “gak papa
dah Om. Aku pengen banget..”
Tanpa basa-basi
Om membuka bajuku kemudian memasukkan kontolnya pada anus ku. Dan di berkata
Om Herman:
“jangan teriak! Om melakukan apa yg kamu inginkan”
Aku: “iya Om.”
Dan saat itu aku
merasakan kehangatan yang sempurna. Kemudian Om mengeluatkan dan memasukkan
kontolnya pada anus ku. Aku bertanya
Aku: “Om suka?”
Om Herman: “iya,
kebetulan Om udah lama gak bersetubuh, dan Om lipa gak pakek kondom dih gak
papa? Sperma Om mau keluar..”
Aku: “gak papa
Om. Keluarkan saja didalam anus ku sperma Om. Tapi pelan-pelan Om. sakit”
Om Herman:
“baiklah. Tahan ya”
Aku: “iya Om.”
Kemudian setelah
kurang lebih 2 jam aku bersetubuh dengan Om Herman, jam sdah menunjukkan pukul
02.00 wib. Dan Om herman mengajak ku tidur, dia berkata
Om Herman: “udah
dulu ya sayang, ita lanjutin besok lagi...”
Aku: “iya Om,
tapi Om jangan pakek baju dulu ya...”
Om Herman:
“iya,,, nih kontol Om kalau mau dimainin.” Kemudian Om Herman menarik tanganku
dan meletakkannya pada kontolnya yang
ngaceng. Dan aku pun memegang kontol Om Herman. Kemudian aku dan Om Herman
tertidur sampai pagi, dan pagi-pagi Om Herman harus kepat-cepat kekantor karena
ditelfon sama kerabatnya yang sesama polisi.
sampai disini dulu ya ceritaku dengan Om Herman, sampai jumpa di cerita aku dan Om ku yang lain berikutnya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar